SHIELD PAPUA is a collaborative initiative that puts data for action at the heart of Papua’s
fight against infectious diseases. The project builds an ecosystem for generating in-depth
infectious diseases landscape analyses, advancing epidemiological and statistical intelligence,
and improving policy engagement.
SHIELD PAPUA brings together a coalition of partners—spanning national and local governments,
the health and non-health sectors, non-government organizations, international development
agencies, research institutions, universities, and the statistics offices — to drive a unified
disease elimination agenda for high impact.
Through ten driven initiatives, the project will build a framework for generating real-time,
actionable evidence, assessing what works, and enabling faster, smarter, and more accountable
decisions.
Logo SHIELD Papua melambangkan perjuangan kolektif untuk mengeliminasi malaria di Tanah Papua, melalui pendekatan berbasis data dan ilmu pengetahuan serta berjalan seiring dengan penghormatan terhadap konteks lokal.
Tiga simbol Bipane di bagian tengah logo merupakan aksesoris hidung yang dikenakan oleh Kepala Adat sebagai penanda situasi perang atau damai. Posisi Bipane yang menghadap ke atas melambangkan kondisi perang, sebuah metafora untuk perjuangan melawan parasit malaria, nyamuk sebagai vektor penularan dan perubahan iklim yang mempengaruhi dinamika penyakit.
Simbol tameng dan tombak menggambarkan alat perjuangan dalam konteks kesehatan masyarakat. Tameng melambangkan perlindungan melalui pencegahan dan penguatan sistem kesehatan dan ketahanan komunitas. Sementara tombak mewakili intervensi yang terarah dan berbasis bukti, termasuk pemanfaatan data dan analisis geospasial.
Sebanyak 42 bentuk permata melambangkan 42 kabupaten/kota di Tanah Papua yang menjadi wilayah kerja SHIELD Papua. Elemen ini menegaskan komitmen terhadap pendekatan eliminasi malaria yang menyeluruh, adil dan inklusif terhadap keberagaman geografis serta sosial budaya di Tanah Papua.
