Posted By
Memahami tantangan kesehatan masyarakat yang dihadapi Papua—termasuk beban penyakit yang khas, kendala geografis, serta keterbatasan sumber daya, sangat penting untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif. Pemodelan matematika menawarkan alat yang kuat untuk menghadapi tantangan ini dengan mensimulasikan dinamika penularan penyakit, mengevaluasi berbagai strategi intervensi, dan memprediksi hasil sebelum intervensi diterapkan.
Tujuan workshop ini adalah: (1) memperkenalkan penggunaan perangkat lunak R dalam pemodelan penyakit infeksi, (2) meningkatkan pengetahuan mengenai masalah penyakit infeksi di Papua serta memperkuat kapasitas pemodelan matematika di kalangan peneliti kesehatan lokal, (3) memelopori dan mempertahankan jejaring penelitian pemodelan penyakit infeksi di Indonesia, khususnya Papua, dan (4) memfasilitasi kemitraan antara para pemodel dan pembuat kebijakan untuk mendukung intervensi kesehatan berbasis bukti.
Workshop ini telah diselenggarakan pada tanggal 13–16 Oktober 2025 di Hotel Horison Sentani, Sentani, Jayapura, Papua. Sebanyak 26 peserta hadir, mewakili berbagai institusi: Universitas Cenderawasih (UNCEN) dengan 14 peserta dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kedokteran; Dinas Kesehatan Provinsi Papua (4 peserta); Laboratorium Kesehatan Masyarakat Papua (1 peserta); PATH Keerom (1 peserta); UNICEF (1 peserta); BRIN (1 peserta); Monash University Indonesia (1 peserta); dan OUCRU Indonesia (3 peserta).
Workshop empat hari ini menggabungkan dasar teori, praktik langsung, serta diskusi kebijakan.
Hari 1 berfokus pada pengenalan dasar-dasar pemodelan penyakit infeksi, termasuk teori, demonstrasi model, dan latihan membangun model. Peserta mempelajari bagaimana penelitian pemodelan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui studi kasus.
Hari 2 menekankan konteks kesehatan masyarakat Papua, termasuk prioritas penyakit saat ini, sistem surveilans, dan tantangan yang dihadapi. Sesi kelompok interaktif digunakan untuk mengidentifikasi pertanyaan penelitian utama dan membangun kemitraan antara pemodel dan pembuat kebijakan dalam merancang rencana proyek yang dapat ditindaklanjuti.
Hari 3 memberikan pelatihan intensif mengenai pemodelan wabah penyakit dan cara menyesuaikan model dengan data dunia nyata menggunakan R.
Hari 4 membahas topik lanjutan, termasuk pemodelan intervensi kesehatan masyarakat dan pemodelan penyakit tular vektor.
Ke depan, workshop ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara peneliti pemodelan, praktisi kesehatan masyarakat, dan pembuat kebijakan, sehingga kolaborasi yang terbangun dapat memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Papua.